www.yan-yanjournal.blogspot.com

www.yan-yanjournal.blogspot.com

Konsep kuliner unik memang mudah ditemukan di Bandung. Seperti Warung Nasi Bancakan yang banyak disukai orang, baik warga lokal maupun wisatawan. Tempat ini memiliki konsep unik yang mengusung identitas Sunda tak hanya dari makanannya saja.

www.celotehze.blogspot.com

www.celotehze.blogspot.com

Tahun 2007 awal mula kelahiran Warung Nasi Bancakan yang dibidani pria asli Garut, Mang Barna alias Sobarna. Sebagai putera Sunda asli, ia tergerak untuk mengangkat warna tatar pasundan dalam sebuah restoran. Rumah makan ini mengusung konsep open kitchen, tapi ruang masak yang ditunjukan adalah ciri khas dapur Sunda. Lengkap dengan hawu sebagai kompor masak dan tempat pembakaran. Mang Barna juga menonjolkan kearifan lokal Sunda, sesuai dengan masakan sederhana beserta peralatan makan tempo dulu. Piring dan cangkir yang digunakan terbuat dari bahan seng bahkan rasa air teh nya pun sungguh kampung sekali. Ruang makan cukup besar dengan bangku-bangku kayu kecil juga tempat lesehan, jarak satu sama lain saling berdekatan. Hal tersebut merupakan cerminan dari kata ‘bancakan’ sendiri, yang berarti syukuran. Dalam acara syukuran setelah pembacaan doa biasanya makan sambil ngariung (berkumpul). Makanan tersaji secara prasmanan dimana kita harus mengambil sendiri makanan yang diminati, tapi sebelumnya harus bersabar mengantre.

www.bandung.panduanwisata.id

www.bandung.panduanwisata.id

Ada dua jenis nasi yang disediakan, yaitu nasi timbel (nasi putih yang dibungkus daun pisang) dan nasi liwet (nasi uduk versi Sunda tanpa santan). Lauk pauknya beragam, dari mulai yang standar seperti ikan goreng, ayam goreng, perkedel, sambel goreng kentang, pepes, hingga makanan khas kampung layaknya gejos cabe hejo, kadedemes, tumis picung, genjer, serta buntil. Selain itu Nasi bancakan juga mengedepankan pengolahan ikan asin ala kampung. Bila biasanya kita menemukan ikan asin itu hanya digoreng atau pepes, maka di sini ikan asin seperti peda merah dan cumi dibakar. Cara tersebut justru membuat aroma ikan asin lebih keluar dan menggugah selera. Es kelapa, cendol, hingga cingcau dengan gula berwarna merah dihidangkan sebagai penyegar setelah makan. Bila belum cukup puas, pengunjung bisa menikmati jajanan baheula, kue balok.

Segi rasa sebetulnya tak begitu istimewa, namun suasana dan harga yang terjangkau menjadi penyebab kondangnya restoran ini. Dengan membawa isi kocek Rp. 15.000 – Rp. 30.000 kita sudah bisa menikmati sepiring nasi dengan berbagai macam lauk pauknya. Setiap harinya Mang Barna dan Bi O’Om membuka usahanya ini mulai pukul 10.00 – 22.00.

Untuk mencapai tempat ini bisa menggunakan angkot Cicaheum – Ledeng atau Dago – Riung Bandung, kemudian berhenti di depan jalan Trunojoyo. Warung Nasi Bancakan terletak di sebelah Restoran Sambara Jalan Trunojoyo. Selama di Bandung Anda dapat menginap di Beverly, Nalendra Hotel, atau Grand Setiabudhi Hotel. Tempat menarik lainnya adalah Sate Pak Sopyan, Mih Kocok SKM, dan Toko You.

Lokasi Nasi Bancakan

Informasi yang tertera dalam artikel di atas sesuai dengan kondisi pada 30 Agustus 2014.

Komitmen kami untuk memberikan informasi, tips, dan panduan wisata untuk Anda sekalian. Namun demikian, pemeliharaan website ini tidaklah murah. Apabila Anda memesan hotel, silahkan klik link hotel yang ada di halaman ini untuk membantu kami terus dapat memberikan informasi serta panduan wisata yang lebih menarik lagi. Dan juga sarankan kami di twitter dan facebook.

Harga yang tertera dalam artikel ini dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Incoming search terms:

  • tip membuka warung nasi
  • konsep warung prasmanan
  • ngariung nasi daun pisang
  • makanan ngariung jogja
  • makanan buat bancakan
  • makan ngeriung daun pisang
  • makan ngariung pake ikan asin dan sambel
  • makan ngariung Pake daun pisan
  • makan ngariung di jakarta
  • makan ngariung ala sunda

Mau Liburan Murah? Pastikan Hubungi Kami!
Tour Murah Panduan Wisata. Telp: +62.85.101.171.131. Pin BB: 5BF4C2B4

Tags: , , , , , , , , ,