Gecok, mungkin kata ini masih asing di telinga. Tapi bila Anda orang Semarang, mungkin sudah sering mendengarnya, bahkan mencicipi kuliner satu ini. Indonesia memiliki berbagai macam gecok, ada Gecok Tlogo dari Tuntang Semarang, Gecok Ganem dari Yogyakarta, Gecok Sumbawa, dan Gecok Balapusuh dari Brebes. Gecok-gecok tersebut menggunakan daging yanng berbeda-beda. Gecok Ganem dan Gecok Sumbawa menggunakan daging sapi, Gecok Balapusuh menggunakan daging ayam sedangkan Gecok Tlogo menggunakan daging kambing.

Gecok  Tlogo  berasal dari desa Tlogo, Tuntang, kabupaten Semarang. Makanan ini mirip dengan tengkleng Solo, hanya saja jika tengkleng menggunakan santan, gecok tidak. Dari segi rasa, gecok lebih berani dibandingkan tengkleng, karena  lebih kaya bumbu dan rasanya yang ekstra pedas. Rasa ekstra pedas ini didapatkan dari campuran cabai Jawa atau cabai jamu yang dipergunakan dalam olahan gecok.

Gecok selain rasanya yang berani, juga unik. Keunikannya adalah masakan ini menggunakan blendo atau ampas minyak kelapa untuk mengentalkan kuahnya. Walaupun menggunakan daging kambing, dalam kuliner gecok ini tidaklah alot, tapi empuk. Untuk mendapatkan tekstur yang empuk, daging haruslah direbus terlebih dahulu baru kemudian dibumbui.

Pada awalnya, yaitu tahun 1940-an gecok, dibuat sebagai obat capek atau lelah. Paduan pedas antara merica dan cabai Jawa membuat sang penyantap berkeringat sehingga tubuh akan terasa lebih segar. Pencipta kuliner gecok ini adalah Ibu Suratni. Gecok pertama kali dijajakan di Desa Watuagung, Tuntang. Pada tahun 1966, oleh penerus Ibu Suratni yaitu Ibu Siti Sundari, warung gecok tersebut dipindahkan ke Desa Tlogo dengan alasan dekat dengan pemberhentian kereta api jalur Kedungjati-Ambarawa. Pengunjung warung gecok ini semakin ramai, bukan saja oleh para penumpang kereta api, tapi juga para blantik atau penjual hewan. Para blantik yang hendak menjual hewan ternaknya ke pasar selalu mampir untuk sarapan dengan alasan agar badan menjadi segar setelah menyantap gecok.

Saat ini banyak warung yang menawarkan gecok, namun jika Anda menginginkan gecok buatan penerus pencipta kuliner ini, dapat mengunjungi warung milik Ibu Siti Sundari. Warung gecok ini berada di Desa Tlogo, Tuntang, Kabupaten Semarang, letaknya memang jauh dari pusat kota. Anda jangan kaget bila menenukan warung ini hanyalah berupa warung kecil dan sederhana, namun siapa mengira bila warung tersebut memiliki pelanggan sejumlah pejabat Pemkab Semarang, bahkan Wakil Gubernur Ali Mufiz pun pernah singgah untuk menikmati gecok ini saat melakukan kunjungan ke daerah Tuntang.

Harga satu porsi gecok Rp7.000,-. Jika menginginkan gecok menjadi hidangan dalam acara resmi, Anda bisa memesannya.

How to get there:

  1. Angkot : jurusan Tuntang – Bringin.
  2. Direkomendasikan dengan kendaraan pribadi.

Kuliner lain yang dapat Anda kunjungi adalah Tahu Serasi dan Tahu Bakso.

Hotel terdekat adalah Laras Asri Resort & Spa, Quest Hotel Semarang, dan hotel lain di area Semarang.

Komitmen kami untuk memberikan informasi, tips, dan panduan wisata untuk Anda sekalian. Namun demikian, pemeliharaan website ini tidaklah murah. Apabila Anda memesan hotel, silahkan klik link hotel yang ada di halaman ini untuk membantu kami terus dapat memberikan informasi serta panduan wisata yang lebih menarik lagi. Dan juga sarankan kami di twitter dan facebook.

Incoming search terms:

  • resep gecok kambing
  • bumbu gecok kambing
  • bumbu gecok
  • gecok tlogo
  • resep gecok kambing tlogo
  • resep gecok tlogo
  • resep gecok
  • makanan gecok
  • bumbu gecok tlogo
  • gecok

Mau Liburan Murah? Pastikan Hubungi Kami!
Tour Murah Panduan Wisata. Telp: +62.85.101.171.131. Pin BB: 5BF4C2B4

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,